Share This Post

Kesekjenan

Projo Ajak Buruh Galang Gerakan Tangkap Koruptor

Projo Ajak Buruh Galang Gerakan Tangkap Koruptor

aaaaaaaJakarta – Bertepatan dengan perayaan Hari Buruh 2015, salah satu organisasi relawan Jokowi-JK, Pro Jokowi (Projo), justru menyuarakan agar buruh menyuarakan gerakan tangkap para koruptor yang telah memakan uang rakyat.

Menurut Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, Hari Buruh 2015 adalah hari buruh pertama di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Dalam enam bulan kepemimpinannya, banyak sekali kendala dan hambatan yang membuat presiden pilihan rakyat harus berhadapan dengan kemarahan rakyat. Harapan yang sangat tinggi terhadap Presiden Jokowi membuat rakyat tidak sabar untuk segera menyongsong perubahahan di negeri tercinta ini.

Arie menegaskan, sebagai bagian dari rakyat Indonesia, Projo juga menginginkan buruh sejahtera, dan mendukung perjuangan kaum buruh untuk mendapatkan upah layak nasional, mendukung revisi PP 19/2013 tentang outsourcing, dan revisi total UU No 2/2004 tentang PPHI.

“Tapi bersama kaum buruh, Projo juga mendukung pemberantasan korupsi dengan menangkap dan mengadili para koruptor. Karena kita tahu bahwa para koruptorlah yang merampok dana-dana yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat termasuk didalamnya kaum buruh.” ujar Budi Arie Setiadi, Jumat (1/5).

Pada kesempatan itu, Budi juga mengingatkan Indonesia memiliki jumlah Angkatan kerja mencapai 119,91 juta jiwa, yang merupakan kekuatan besar untuk dapat berdiri dan bersaing sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia. Menurutnya, kekuatan itu sangat besar untuk menopang pelaksanaan semangat Trisakti Bung Karno yang menjadi landasan berpikir presiden Jokowi dalam pemerintahan.

“Indonesia harus segera Berdaulat secara politik, Berdikari secara ekonomi dan Berkepribadian secara sosial budaya. Karena dengan membawa semangat itulah maka kita bisa menjadi sebuah bangsa yang merdeka dalam arti yang sesungguhnya,” jelas Budi Arie.

Sementara Sekretaris Jenderal DPP Projo, Guntur Siregar, menyatakan peningkatan Sumber Daya Manusia Indonesia harus menjadi yang utama dan terutama dilakukan Pemerintah dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean pada Desember 2015. Hal itu juga demi menghadang pasar global yang kian tak terbendung.

“Projo mengajak semua elemen masyarakat untuk bekerja keras mengawal dan memastikan Presiden Jokowi melaksanakan Nawacita yang menekankan peningkatan kualitas manusia Indonesia untuk membangun bangsa,” ujar Guntur.

“Butir-butir dalam Nawacita bersuara keras dan jelas. Agar kita berkualitas sehingga kita dapat berdiri di kaki sendiri, mandiri dan mampu bersaing dengan bangsa lain.”

Sumber : Beritasatu.com

Share This Post

Leave a Reply

Lost Password

Register