Share This Post

Layanan Publik

Pasar Gelap Hanya Untuk Pencoleng

Pasar Gelap Hanya Untuk Pencoleng

Persoalan perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia menjadi pembicaraan hangat di masyarakat luas, termasuk keterlibatan berbagai pihak yang memunculkan dugaan skandal.

“Kami mendukung sikap Presiden Jokowi yang akan membicarakan dan menegosiasikan soal perpanjangan kontrak Freeportpada tahun 2019. Jadi, tidak perlu tergesa-gesa dan terburu-buru. Semuanya sesuai aturan yg berlaku, ” ujar Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, Kamis (19/11/2015).

20150504_205731Menurutnya, peningkatan penerimaan negara harus dimaksimalkan. Kesejahteraan rakyat Papua juga harus meningkat. Kekayaan bumi Indonesia, katanya lagi, juga harus digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran negeri.

“Isu-isu teknis menyangkut peningkatan royalti, pembangunan smelter, peningkatan nilai tambah dan keharusan divestasi sebaik nya harus di buat transparan dan terbuka. Publik berhak tahu apa yang di bicarakan. Tidak ada lagi perundingan di pasar gelap. Semua nya terang benderang,” ujar Budi.

Ia yakin, pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang mau bergerak dan bekerja untuk perubahan. Praktek-praktek lama yang kolutif dan manipulatif, sudah harus bersih dari pemerintahan yg lahir dari gerakan rakyat ini.

“Black market atau pasar gelap ekonomi hanya milik para pencoleng,” pungkas Budi.

Share This Post

Leave a Reply

Lost Password

Register