Share This Post

Layanan Publik

Tanggapan Presiden Tentang Beras Pelastik

Tanggapan Presiden Tentang Beras Pelastik
Presiden Joko Widodo mengamati aktivitas bongkar muat Terminal Teluk Lamong usai meresmikan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan Terminal Teluk Lamong Momentum Kebangkitan Maritim Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5). Presiden berharap dengan diselesaikannya revitalisasi APBS dan terminal tersebut, tol laut yang menjadi salah satu program prioritas bisa tercapai sehingga biaya transportasi bisa semakin ditekan dan daya saing produk Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/Rei/Spt/15.

Presiden Joko Widodo mengamati aktivitas bongkar muat Terminal Teluk Lamong usai meresmikan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan Terminal Teluk Lamong Momentum Kebangkitan Maritim Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5). Presiden berharap dengan diselesaikannya revitalisasi APBS dan terminal tersebut, tol laut yang menjadi salah satu program prioritas bisa tercapai sehingga biaya transportasi bisa semakin ditekan dan daya saing produk Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/Rei/Spt/15.

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak tidak membesar-besarkan masalah beras plastik. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan di ITB (Institut Teknologi Bandung), Sucofindo dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

“Ternyata makin ramai, masalah beras plastik jangan digede-gedein. Itu hanya ada di daerah tertentu, hanya di satu tempat. Baru dilihat di lab ITB, di lab BPOM dan Sucofindo. Kalau sudah disimpulkan baru kita bicara,” ujar Jokowi usai melakukan jalan sehat di area CFD (car free day) Solo, Minggu (24/5)

Jokowi kembali menegaskan agar semua pihak ikut membicarakan atau memperbesar permasalahan yang ada. “Jangan dibesar-besarkan, semua jangan ikut bicara. Yang penting akar permasalahannya dilihat, dicek benar. Apakah itu hanya ada di Bekasi atau di satu warung?,” tandasnya

Jokowi juga tak yakin pelaku pengedar atau penjual beras plastik hanya mencari keuntungan. “Kita harus cari tahu, motivasinya apa penjual beras itu, mencari keuntungan atau yang lain. Kalau itung-itungan saya tidak. Karena harga plastik lebih mahal dari beras. Logikanya tidak masuk. Itu baru kita dalami,” katanya

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menambahkan, untuk mengantisipasi beredarnya beras plastik, pihaknya akan melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional. Dia juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menangkal masuknya beras plastik

“Sejauh ini di Solo belum kita temukan beras plastik di Solo. Tapi kita tetap akan melakukan antisipasi,” pungkasnya.

Share This Post

Leave a Reply

Lost Password

Register