TENTANG PROJO

PROJO adalah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) PRO JOKOWI, berkedudukan di Jalan Pancoran Timur Raya No. 37, Perdatam Pancoran, Jakarta Selatan, Indonesia, didirikan melalui KONGRES I PROJO, pada tanggal 23 Desember 2013, setelah perjuangan dan kemenangan Pilpres 9 Juli 2014, hingga seluruh rakyat Indonesia mengantar Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden ke 7, Presiden Pilihan Rakyat.

PROJO adalah organisasi bersifat Independen, ber asas dan ber Idiologi Pancasila, bertujuan untuk :
a. Meningkatkan partisipasi dan keberdayaan masyarakat;
b. Memberikan pelayanan kepada masyarakat;
c. Menjaga nilai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
d. Melestarikan dan memelihara norma, nilai, moral, etika dan budaya yang hidup dalam masyarakat;
e. Melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup;
f. Mengembangkan kesetiakawanan sosial, gotong royong dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat;
g. Menjaga, memelihara dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa; dan
h. Mewujudkan tujuan Negara.

PROJO berfungsi untuk :
a. Penyalur kegiatan sesuai dengan kepentingan anggota dan atau tujuan PROJO;
b. Pembinaan dan pengembangan anggota untuk mewujudkan tujuan PROJO;
c. Penyalur aspirasi masyarakat khususnya anggota;
d. Pemberdayaan masyarakat;
e. Pemenuhan pelayanan sosial;
f. Partisipasi masyarakat untuk memelihara, menjaga dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan/atau;
g. Pemelihara dan pelestarian norma, nilai dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

PROJO bersifat sukarela, terbuka, sosial, tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, golongan, serta latar belakang sosial politik kemasyarakatan. PROJO memiliki sifat bersih, sederhana, mandiri, perjuangan/pergerakan yang militan, persaudaraan, patriotik, inovatif, kreatif dan kepemimpinan yang konsekuen, nirlaba dan demokratis.

POKOK-POKOK PERJUANGAN PROJO adalah melaksanakan revolusi mental, dengan menggunakan konsep Trisakti yang pernah diutarakan Bung Karno dalam pidatonya tahun 1963 dengan tiga pilarnya, “Indonesia yang berdaulat secara politik”, “Indonesia yang mandiri secara ekonomi”, dan “Indonesia yang berkepribadian secara sosial-budaya”.

Lost Password

Register